HeadlineJawa TimurNganjuk

Kisah Pilu Mbah Slamet, Lansia di Nganjuk Hidup Sebatang Kara dan Butuh Perhatian.

Nganjuk, NNews.co.id – Seorang lansia perempuan bernama Slamet (65), warga Dusun Tawangrejo, Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, hidup memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan dari dinas terkait.

Di usia senjanya, Mbah Slamet harus bertahan hidup sebatang kara dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan.

Berdasarkan data yang dihimpun pada Kamis (8/10/2026) Mbah Slamet merupakan warga asli Dusun Tawangrejo. Suaminya telah meninggal dunia. Ia hanya memiliki satu anak laki-laki yang merantau bekerja di Surabaya, dan hanya pulang saat hari raya.

Di kampung halamannya, ia sudah tidak memiliki saudara yang bisa merawatnya.

Saat ini, ia dikabarkan sakit selama dua bulanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tensi agak tinggi dan gula darah agak tinggi. Ia juga mengeluhkan sakit di bagian kaki yang diduga karena faktor usia lanjut dan kurang bergerak.

Kondisi tersebut dibenarkan langsung oleh Kepala Desa Kedungombo, Hariyono.

“Sangat benar, sangat betul. Ini warga Kedungombo, Dusun Tawangrejo, memang perlu bantuan dari dinas terkait. Karena memang usia satu, kedua keadaan, ketiga memang keluarga yang ada ya sudah tidak ada, tinggal sendirian,” ujar Kades Hariyono.

Kades Hariyono menjelaskan, Mbah Slamet termasuk desil 1pihak Pemerintah Desa (Pemdes) sudah menyalurkan seluruh bantuan sosial dari negara, mulai dari beras bantuan pangan hingga Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Kalau bantuan yang lainnya dari negara, mungkin beras, BLT DD sudah kami salurkan, kami berikan. Tetapi usia semakin lanjut, kami mohon dengan kerendahan hati, keikhlasan hati, dari dinas-dinas terkait monggo lah bantu kami, warga kami. Kasihan,” pintanya.

Pihak Pemdes berharap Mbah Slamet bisa difasilitasi untuk tinggal di panti jompo agar mendapatkan perawatan yang lebih layak dan terpantau.

“Ya kami minta di panti jompo sebenarnya. Kami mohon di situ, mekanisme bagaimana, apa yang perlu kami siapkan, Pemdes kami siap untuk membantu,” jelasnya.

Hariyono menambahkan, selama ini perawatan Mbah Slamet masih mengandalkan kepedulian tetangga kanan-kiri di Dusun Tawangrejo.

Ada yang membantu mencucikan pakaian hingga memberi makan jika kekurangan pangan. Kolaborasi antara Kepala Dusun Tawangrejo, BPD, dan LPM juga terus berjalan untuk mengawal kondisinya.

“Sehat sebenarnya, cuma kasihan sendirian. Dan kolaborasi dengan tetangga kanan-kiri semuanya bagus. Ada yang mencucikan, ada yang memberi makan bilamana kekurangan pangan, itu kanan-kiri peduli,” ungkapnya.

Terkait status kependudukan, Kades memastikan Slamet adalah warga resmi Dusun Tawangrejo, Desa Kedungombo dengan administrasi lengkap.

“Benar, KTP Kedungombo, KK Kedungombo. Berkasnya sudah sesuai, tidak ada masalah. Mohon bantuannya, mohon bantuan semuanya,” pungkas Hariyono.

Yohanes Arberto

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button