Bau Pabrik Pakan Ternak di Tanjungrejo Loceret Berakhir Damai Lewat Musyawarah
Nganjuk, NNews.co.id – Persoalan dugaan pencemaran udara akibat bau menyengat dari pabrik pakan ternak yang ada di wilayah Dusun Pugruk, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, akhirnya menemukan jalan damai.
Isu yang sempat memicu keresahan warga dari beberapa dusun dan dikabarkan akan berujung pada aksi unjuk rasa besar-besaran itu, berhasil diredam setelah digelar pertemuan secara terbuka dan kekeluargaan, Jumat (26/9/2026).
Musyawarah yang digelar di Hotel Istana tersebut mempertemukan langsung warga yang terdampak dengan pihak manajemen PT. Nugraha Tanjung Jaya Abadi.
Perusahaan yang lokasinya berada di Jalan Dieng RT 19 RW 07 Desa Tanjungrejo itu dihadiri langsung oleh pimpinannya, Bagus Setyo Nugroho, ST., MH.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan secara langsung keluhan mereka terkait aroma tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas produksi pakan ternak milik perusahaan. Keluhan tersebut pun diterima dan ditanggapi secara terbuka oleh pihak perusahaan.
Hasil dari pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat untuk tidak menempuh jalur demonstrasi dan memilih menyelesaikan masalah dengan kepala dingin secara kekeluargaan.
Pihak perusahaan juga menyatakan akan bertanggung jawab penuh terhadap dampak operasional pabriknya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor Pengumpulan Limbah Non B3, PT. Nugraha Tanjung Jaya Abadi berkomitmen akan melakukan pembenahan menyeluruh pada sistem produksi jika keluhan bau kembali muncul, serta berupaya semaksimal mungkin agar operasional pabrik tidak mengganggu kenyamanan lingkungan.
Tidak hanya soal penanganan bau, dalam musyawarah itu perusahaan juga membuka peluang bagi warga sekitar untuk direkrut menjadi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Pimpinan PT. Nugraha Tanjung Jaya Abadi, Bagus Setyo Nugroho menegaskan komitmennya di hadapan warga. Ia menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab jika di kemudian hari aktivitas pabriknya kembali menimbulkan gangguan bau.
“Kami berkomitmen penuh. Kalau nanti usaha kami masih menimbulkan bau yang mengganggu, itu menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya. Kami akan evaluasi dan perbaiki agar baunya hilang dan tidak mengganggu warga lagi,” tegas Bagus dalam sambutannya.
Kesepakatan damai ini pun membuat situasi di kawasan Dusun Pugruk dan sekitarnya kembali kondusif. Warga kini berharap apa yang telah dijanjikan oleh pihak perusahaan dapat benar-benar diwujudkan, bukan hanya janji di atas kertas.
Yohanes Aberto



