10 Tahun Jalan Rusak, Warga Tanami Pohon Pisang dan Tebar Ikan sebagai Bentuk Protes
Nganjuk,NNews.co.id – Warga Desa Bandung Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, meluapkan kekecewaan mereka terhadap kondisi jalan yang telah rusak selama kurang lebih sepuluh tahun dan belum juga mendapat perbaikan.
Sebagai bentuk protes, warga menanami jalan berlubang dengan pohon pisang serta menebarkan ikan lele di genangan air yang memenuhi kubangan jalan.
Aksi tersebut dilakukan karena warga merasa upaya pengajuan perbaikan yang telah berulang kali disampaikan tak kunjung mendapat tanggapan.
Jalan tersebut diketahui merupakan jalur utama industri batu bata yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat setempat.

Puluhan pohon pisang ditanam di tengah kubangan jalan yang dipenuhi air. Selain itu, warga juga menebarkan ikan lele dengan harapan dapat tumbuh besar di genangan tersebut.
Namun, tak berselang lama setelah ditebar, ikan-ikan tersebut justru diperebutkan warga untuk kemudian dimasak sebagai lauk berbuka puasa.
Setiap warga yang ikut berebut rata-rata mendapatkan lima hingga sepuluh ekor ikan.
Rina, salah satu warga Bandung Betet, mengatakan aksi penanaman pohon pisang dan penebaran ikan lele ini merupakan simbol kekecewaan warga.
” Sudah lebih dari sepuluh tahun jalan tersebut rusak tanpa adanya perbaikan, “ungkapnya
Ia juga menyayangkan pernyataan kepala desa yang baru mengetahui bahwa jalan tersebut merupakan jalan desa, bukan jalan daerah, padahal kepala desa telah menjabat selama dua periode.
Melihat aksi protes tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi langsung mendatangi lokasi untuk mengklarifikasi dan meninjau kondisi jalan.
” Saya berharap Kepala Desa beserta perangkatnya lebih aktif memantau kondisi masyarakat serta segera membenahi apabila terdapat
persoalan atau saluran aspirasi yang tersendat, “ujarnya, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, Suhartini, Kepala Desa Betet, menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui beberapa hari terakhir bahwa jalan tersebut berstatus jalan desa.
” Kami akan segera melakukan pembenahan menggunakan anggaran Silpa tahun 2025,”tuturnya
Selain itu, pihak desa juga telah mengajukan permohonan perbaikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Warga berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan jalan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan lancar dan aman.
Hariadi Soewandito



