HeadlineNganjukTradisi & Budaya

Kirab Budaya Desa Paron, Tetap Meriah Meski Sempat Diguyur Hujan

Nganjuk, NNews.co.id – Sejumlah masyarakat Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memeriahkan kirab budaya dalam rangka bersih Desa, pada Sabtu (13/8/2022).

Acara kirab budaya tersebut berjalan lancar meski sempat diguyur hujan. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat warga Paron untuk tetap melaksanakan kirab budaya, karena ini merupakan kirab budaya pertama kali yang dilakukan warga Desa Paron.


Pemberangkatan pawai budaya yang diikuti oleh warga Desa Paron.

Berangkat dari rumah Kepala Desa Paron, semua peserta nampak antusias mengikuti kirab budaya ini.

Kepala Desa beserta keluarga dan perangkat desa serta warga masyarakat, berjalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer mengelilingi desa.

Arak-arakan diawali drumband anak-anak penuh suka cita mereka menabuh alat music, dalam dinginnya air hujan.

Selanjutnya, putri domas, pembawa pusaka. tumpeng besar juga warga yang memakai pakaian budaya Indonesia. bahkan putra Kades Paron yang masih kecil juga semangat berjalan dalam guyuran hujan.


Sejumlah tumpeng raksasa saat diarak warga dalam rangka bersih Desa Paron.

Mutikah, salah satu peserta kirab budaya mengatakan, “ Meskipun saya diguyur hujan saya tetap semangat, untuk desa paron yang lebih maju,”ungkapnya,

Usai kirab, peserta berebut tumpeng untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT sang pencipta.

Sementara itu, Partono Kades Paron, mengatakan, “ Kirab budaya ini merupakan suatu wujud syukur kepada Allah SWT atas hasil panen petani  dan juga usaha lainnya,”Ujarnya kepada media NNews.co.id

Pawai budaya tersebut mendapatkan support dari seorang pengusaha muda asal nganjuk Miranti Mayangsari, yang merupakan calon Anggota DPR RI dari Partai Nasdem ini sangat mensupport acara budaya yang bersifat melestarikan nilai-nilai leluhur bangsa.

“ Nyadranan ini tentu harus terus kita lestarikan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kita tanah yang sangat subur sehingga apapun tanaman yang kita tanam tumbuh dengan hasil yang maksimal,” Ucap Miranti

“ Sebab, tradisi nyadran ini sudah jarang saya temukan di beberapa kota besar” Kata Miranti,

Peserta pawai bersih desa itu berakhir dilapangan desa setempat, dan dilanjutkan menikmati makanan dari tumpeng raksasa serta berbagai hiburan menarik lainnya.

Hariadi Soewandito

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!