HeadlineSosialUncategorized

415 Warga Terima Bantuan Bedah Rumah Oleh Pemerintah

Nganjuk, Nnews.co.id. – Sebanyak 415 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Nganjuk, akan segera di bedah oleh pemerintah setelah bantuan untuk warga kurang mampu dikucurkan Pemkab Nganjuk.

Bantuan sebesar Rp. 17.500.000,- per orang secara simbolis diserahkan Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, di Pendopo Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/6/2022).

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Nganjuk, juga menyempatkan diri melakukan dialog dengan warga penerima bantuan.

Mat basir, salah satu penerima bantuan mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan bantuan bedah rumah miliknya.


“ Alhamdulillah, saya bersyukur dan sangat berterimakasih kepada pemerintah atas bantuan bedah rumah ini, “ ungkap Mat Basir

Meskipun jumlahnya kurang, tetapi ia berupaya menambah bantuan itu, supaya rumahnya lebih baik.

Usai menyerahkan bantuan, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, mengatakan, apabila desa mau membantu penerima bantuan, jika sesuai aturan, tidak dilarang

Supaya bantuan itu cukup untuk bedah rumah, pihak desa bisa pro aktif, dengan bergotong royong.

“ Semoga progam ini menjadi agenda rutin pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan Boyolali dalam mewujudkan rumah layak huni,” ucap Marhaen,

Sementara itu, ditempat yang sama, Agus Frihannedi, Kepala Dinas PU Perkim Pemkab Nganjuk, menjelaskan, pihaknya akan mengawal bantuan ini, supaya penerima menerima utuh dan tepat sasaran.

“ Apabila ada yang penyelewengan, meski satu rupiah pun maka saya kan menggandeng kejaksaan untuk mengusut tuntas, “tutur Agus Frihannedi

Secara teknis buku bantuan akan di cairkan lewat bank, dan pengambilan dilakukan oleh penerima langsung dengan dengan didampungi petugas.

Bantuan tersebut merupakan bantuan pada semester satu tahun 2022, dan direncanakan akan berlanjut pada semester berikutnya.

Hariadi Soewandito

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!