HeadlineUncategorized

Timsus Polres Nganjuk, Berhasil Ungkap Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi.

Nganjuk, NNews.co.id – Tim Khusus (Timsus) Gabungan Polres Nganjuk, berhasil membongkar dua kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi pemerintah di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Tiga orang tersangka yang berhasil diamankan Timsus Polres Nganjuk yaitu R, HPN, dan L beserta barang bukti  sebanyak 111,5 ton pupuk bersubsidi dengan berbagai jenis.

Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang menjelaskan, para tersangka melakukan penyalahgunaan dengan menjual pupuk bersubsidi kepada orang lain yang bukan merupakan anggota kelompok tani sesuai dengan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani).

“Pengungkapan ini berawal dari banyaknya laporan masyarakat mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Nganjuk, sehingga kami kemudian membentuk Timsus Polres Nganjuk terkait hal ini,” kata Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang saat konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi, Kamis (20/01/22) di gudang pupuk Pusri Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

“Awalnya, pada tanggal 06 Januari 2022 kami mengamankan satu orang tersangka inisial R pemilik kios yang menjual pupuk subsidi jenis urea dan NPK Phonska tidak sesuai peruntukan di Kecamatan Tanjunganom. Dari gudang tersangka diamankan barang bukti sekitar 4 ton Pupuk Bersubsidi,” ujar AKBP Boy Jeckson S.

Setelah dilakukan pengembangan, petugas kemudian mengamankan tersangka HNP saat mengangkut pupuk bersubsidi sebanyak 9 ton dari wilayah Kabupaten Ngawi untuk dibawa ke Kabupaten Nganjuk.

“Pupuk yang diangkut HNP ini merupakan pesanan dari tersangka L warga Desa Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Dari pengembangan inilah kami kemudian mengamankan lebih dari 100 ton pupuk bersubsidi jenis Urea, ZA Phonska, dan SP36,” tuturnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal 6 ayat (1) huruf b UU Darurat No. 7 tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Jo pasal 30 ayat (3) Jo pasal 21 ayat (2) PERMENDAG RI. nomor :15 / M-DAG / PER / 4 / 2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Perbuatan ini diganjar dengan ancaman penjara maksimal dua tahun dan denda setinggi-tingginya seratus ribu rupiah.

Pada kesempatan tersebut, AKBP Boy Jeckson menyampaikan bahwa pengungkapan tindak penyalahgunaan pupuk subsidi ini merupakan respons jajarannya atas kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi yang saat ini dirasakan masyarakat Kabupaten Nganjuk.

“Ini adalah komitmen kita terkait bagaimana menanggapi dan merespons keresahan masyarakat untuk kemudian dicarikan solusinya,” ucapnya.

“Bayangkan saja, di saat kuota pupuk subsidi ini terbatas, malah ada pihak-pihak yang melakukan penyelewengan demi mendapatkan keuntungan pribadi. Kasihan para petani yang mengalami kelangkaan pupuk subsidi ini, terutama pada periode bulan-bulan ini yang semestinya sudah masuk masa tanam,” kata AKBP Boy Jeckson S.

Sementara itu, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, sangat mengapresiasi jajaran Polres Nganjuk yang berhasil membongkar kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Nganjuk.

“Kita mendukung penuh Polres Nganjuk mengusut tuntas kasus ini untuk memutus rantai mafia-mafia pupuk sehingga tidak merugikan para Petani,” Jelas Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Marhaen Djumadi juga menegaskan, pentingnya koordinasi di tingkat Forkopimda dalam rangka menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat termasuk permasalahan penyalahgunaan pupuk bersubsidi ini.

“Pengawasan terhadap distribusi pupuk juga terus kita lakukan, termasuk peran media sebagai mitra kerja kita. Kalau ada informasi sekecil apapun, tetap akan kita tidaklanjuti,” pesan Marhaen Djumadi.

“Saya mewakili pemerintah Kabupaten dan masyarakat Nganjuk sangat mengapresiasi atas temuan permasalahan-permasalahan hukum yang terkait dengan pupuk bersubsidi ini. Terimakasih serta saya ucapkan selamat dan sukses kepada Kapolres Nganjuk beserta jajarannya,” pungkasnya.

Reporter : Yesi Krismonita

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!