HeadlineUncategorized

Hari Kesaktian Pancasila, M.Saifuddin Yulianto : Pancasila Dalam Tindakan, Bersatu Untuk Indonesia Tangguh

Bojonegoro, NNews.co.id –  Menghayati sejarah bangsa Indonesia tentunya sangat penting untuk semua generasi dan masyarakat Indonesaia. 

Seperti halnya sejarah Hari Kesaktian Pancasila, yang selalu diperingati pada tanggal 1 Oktober, Rabu (29/09/2021).

Menurut, M. Saifudin Yulianto, S.Ag, M.Pd, Kepala Madrasah Aliyah NegeriĀ (MAN ) 1 Bojonegoro, dengan menghayati atau memahami sejarah yang pernah terjadi dan meresapi nilai-nilai kebaikannya, rasa nasionalisme bisa terus tumbuh dan menjadi bagian besar dari masyarakat

Kemudian mengingat, Hari Kesaktian Pancasila berkaitan erat dengan kejadian G30S PKI. Latar belakang terjadinya peristiwa ini sendiri merupakan kejadian penyergapan dan eksekusi tujuh perwira militer Angkatan Darat di Jakarta dan Yogyakarta.

Ketujuh perwira tersebut antara lain adalah ajudan dari Jenderal A. H. Nasution, yang dieksekusi di Lubang Buaya, Jakarta. Secara detail, nama-namanya antara lain Ahmad Yani, Soeprapto, M. T. Haryono, Siswondo parman, D. I. Panjaitan, Sutoyo Siswodiharjo, dan Pierre Tendean. Untuk perwira yang ditangkap dan dieksekusi di Yogyakarta, ada dua nama yakni Katamso dan Soegiyono.

Selain itu, tambah dia, Hari Kesaktian Pancasila sendiri diperingati untuk mengingat jasa para perwira AD tersebut, dan menghormati perjuangannya untuk mempertahankan kesatuan Indonesia.

Lalu, dari perjuangan pahlawan nasional tersebut, sejarah Hari Kesaktian Pancasila juga diadakan untuk memperingati tragedi berdarah era tahun 1965 hingga 1966.

Pun, dimana pada saat itu terjadi pembantaian yang dianggap sebagai anggota PKI. Aksi eksekusi tersebut tak melalui proses hukum yang sesuai undang-undang.

Untuk itu, sambungnya, berlatar belakang dua kejadian berdarah tersebut, Hari Kesaktian Pancasila diperingati untuk mengingatkan bahwa Indonesia pernah memiliki sejarah kelam terkait dengan kemanusiaan.

Sebab peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini dilakukan dengan pengibaran bendera setengah tiang. Adalah sebagai wujud duka mendalam pada korban yang gugur atas peristiwa itu.

Lebih dari pada itu, bahwa di masa depan agar tak terjadi kejadian serupa yang benar-benar merugikan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Harapanya, semoga bisa menjadi suatu pelajaran bagi kita semua sehingga dapat lebih menghargai hak-hak kemanusiaan.

Akhirnya, selamat menjalankan aktivitas dan ingat tetap patuhi protokol kesehatan.

” Pancasila Dalam Tindakan, Bersatu Untuk Indonesia Tangguh”,pungkasnya.

Reporter         : Eko Prayitno

Editor             : Yesi Krismonita

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!